“Orang-orang yang telah Kami beri al-Kitab (Taurat dan Injil) mengenalnya (Muhammad saw) seperti mereka mengenal anak-anak mereka sendiri. Dan sesungguhnya sebagian di antara mereka menyembunyikan kebenaran, padahal mereka mengetahui (Al-Baqarah-2 :146)

Pengenalan mereka tentang kenabian Muhammad saw sedemikian kuat, tidak ubahnya seperti pengenalan mereka terhadap anak-anak mereka. Ini adalah suatu perumpamaan. Kata menyembunyikan mengandung makna bahwa kebenaran yang mereka sembunyikan itu pada hakikatnya adalah sesuatu yang nampak, tetapi ada upaya untuk menyembunyikan.

Kebenaran seharusnya tidak disembunyikan, ia harus nampak di permukaan. Bahkan tidak mustahil sesaat setelah disembunyikan, muncul indikator-indikator yang dapat mengantar kepada terbukanya apa yang disembunyikan itu. Dan yang terlihat antara lain dalam upaya ahli kitab menyembunyikan kebenaran.

Betapapun mereka berusaha menyembunyikan berita tentang kenabian Muhammad saw, namun sampai kini masih tercantum dalam Taurat (Perjanjian Lama) beberapa teks keagamaan yang tidak sempat mereka ubah, atau tidak mereka sadari sehingga tetap tercantum dan menunjukkan kenabian beliau.

Misalnya dalam Perjanjian Lama Kitab Ulangan 33:2 disebutkan bahwa Tuhan telah datang dari Torsina dan telah terbit bagi mereka dari Seir dan kelihatan ia dengan gemerlap cahaya-Nya dari gunung Paran. Gunung Paran menurut Kitab Perjanjian Lama, Kitab Kejadian 21:12-21 adalah tempat putra Ibrahim yakni Nabi Ismael bersama ibunya Hajar/Hagar (Hajar/Hagar merupakan putri bangsawan yang kalah perang dan menjadi budak dan terbebaskan oleh Ibrahim), memperoleh air (Zam-zam) dimana mereka akan menjadi bangsa yang besar (Arab), dan dengan demikian yang tercantum dalam Kitab Ulangan diatas mengisyaratkan tiga tempat terpancarnya ajaran Allah, yang dibawa oleh tiga orang nabi, yaitu Tursina (tempat nabi Musa as), Seir (Tempat nabi Isa as /Yesus) dan gunung Paran (yakni Mekah ) tempat dimana nabi Ismael dan ibunya Hajar mendapatkan air Zam-zam, dan kita tahu bahwa nabi Muhammad-lah yang datang dari arah Gunung Paran tersebut.

KEJADIAN 21 : 12-21

Tetapi Allah berfirman kepada Abraham: “Janganlah sebal hatimu karena hal anak dan budakmu itu; dalam segala yang dikatakan Sara kepadamu, haruslah engkau mendengarkannya, sebab yang akan disebut keturunanmu ialah yang berasal dari Ishak. Tetapi keturunan dari hambamu itu juga akan Kubuat menjadi suatu bangsa, karena iapun anakmu. Keesokan harinya pagi-pagi Abraham mengambil roti serta sekirbat air dan memberikannya kepada Hagar. Ia meletakkan itu beserta anaknya di atas bahu Hagar, kemudian disuruhnyalah perempuan itu pergi. Maka pergilah Hagar dan mengembara di padang gurun Bersyeba. Ketika air yang dikirbat itu habis, dibuangnyalah anak itu ke bawah semak-semak, dan ia duduk agak jauh, kira-kira sepemanah jauhnya, sebab katanya: “Tidak tahan aku melihat anak itu mati.” Sedang ia duduk di situ, menangislah ia dengan suara nyaring. Allah mendengar suara anak itu, lalu Malaikat Allah berseru dari langit kepada Hagar, kata-Nya kepadanya: “Apakah yang engkau susahkan, Hagar? Janganlah takut, sebab Allah telah mendengar suara anak itu dari tempat ia terbaring. Bangunlah, angkatlah anak itu, dan bimbinglah dia, sebab Aku akan membuat dia menjadi bangsa yang besar .” Lalu Allah membuka mata Hagar, sehingga ia melihat sebuah sumur; ia pergi mengisi kirbatnya dengan air, kemudian diberinya anak itu minum. Allah menyertai anak itu, sehingga ia bertambah besar; ia menetap di padang gurun dan menjadi seorang pemanah. Maka tinggallah ia di padang gurun Paran, dan ibunya mengambil seorang isteri baginya dari tanah Mesir.

Jadi berdasarkan ayat diatas, sebenarnya ada tiga golongan yang ada di dalam ahli Kitab.Golongan pertama mengetahui dan membenarkan, golongan kedua mengetahui tetapi menyembunyikan, dan golongan ketiga mengetahui, mengingkari dan mengubah kitab suci mereka.


“Kebenaran sempurna dari Tuhanmu, sebab itu jangan sekali-kali engkau termasuk orang-orang yang ragu (Albaqarah-2:147)

Sumber : Tafsir Al-Misbah Vol. 1 hal 353-354