(BAGHDAD) – Gara-gara menggunakan Al-Qur’an sebagai target dalam latihan tembak, seorang tentara AS ditarik dari Irak. Pejabat militer AS pun meminta maaf atas sikap anak buahnya yang memicu protes itu.

Seorang tentara yang tidak disebutkan identitasnya itu diamankan setelah polisi Irak menemukan Al-Qur’an yang merupakan kitab suci umat Islam dengan lubang peluru di sampulnya pada pekan lalu di Irak barat.

Panglima tertinggi Angkatan Perang AS di Baghdad Mayor Jenderal Jeffrey Hammond menemui kepala suku Radhwaniya di pinggiran barat ibukota untuk memohon maaf. “Saya datang untuk meminta maaf,” kata Hammond kepada pemimpin suku. “Pada kesempatan ini dengan rendah hati saya mohon maafkan saya dan tentara saya,” ujar Hammond seperti dikutip AFP, Senin (19/5/2008).

Sedangkan pejabat militer AS lainnya menciumi Al-Qur’an dan memberikan hadiah Al-Qur’an kepada kepala adat dalam upacara minta maaf. Dalam kesempatan itu juga dibacakan surat permintaan maaf dari tentara yang bersangkutan. ( ambiak muko lo ang AS )

“Saya dengan tulus berharap tindakan saya tidak mengurangi kemitraan yang sudah dikembangkan oleh dua negara ini. Tindakan saya ini sangat gegabah dan tak bertanggung jawab, tetapi di lubuk hati saya tidak ada niat untuk berbuat jahat,” ujar Hammond, mengutip surat yang ditulis tentara berpangkat sersan tersebut.

Sersan itu lalu dipindahkan dari Irak untuk mengikuti pemeriksaan pendahuluan. “Prajurit itu dipertanyakan kedisiplinanya karena tindakannya menembak Al-Qur’an. Kami melatih semua tentara kami sepenuhnya untuk bertanggung jawab terhadap tindakan mereka,” imbuh dia.

Sedangkan jurubicara militer Kolonel Bill Buckner mengatakan mereka melihat insiden ini sebagai suatu hal yang serius dan bermasalah.

“Panglima koalisi sudah memberi penjelasan kepada pemimpin lokal hasil pemeriksaan serta mengungkapkan penyesalan mendalam. Mereka juga sudah melakukan tindakan disipliner bagi tentara yang terlibat dan dia sudah disingkirkan dari Irak,” pungkas Buckner

oh………….

nasib umat Islam………………………….