Berkenaan dengan klaim Mirza Ghulam Ahmad yang mengaku dirinya sebagai Isa Almasih, yang diamini oleh para pengikutnya (penganut Ahmadiyah), penulis ingin membuktikan bahwa Mirza Ghulam Ahmad dan para pengikutnya adalah orang-orang pembual yang mengingkari ajaran Al-Qur’an. Mereka menyandarkan klaimnya berdasarkan hadits tertentu yang mereka tafsirkan secara menyimpang.

Penulis tidak mempersoalkan perdebatan tentang hidup-matinya Isa Almasih, karena menurut hemat penulis hal ini bukan masalah prinsipil, penulis hanya memfokuskan pembahasan tentang klaim Mirza Ghulam Ahmad yang mengaku dirinya sebagai Isa Almasih. Berikut ini bukti kuat bahwa Mirza Ghulam Ahmad bukan Isa Almasih:

Firman Allah SWT:

Tidak ada seorang pun dari Ahli Kitab (Yahudi dan Kristen), kecuali akan beriman kepadanya (Isa) sebelum kematiannya (Isa). Dan di hari kiamat nanti Isa itu akan menjadi saksi terhadap mereka. (QS.4:159)

Penjelasan Ilmu Nahwu untuk ayat di atas:

-layu’minanna bihie (akan beriman kepadanya), hie adalah dhamir ghayb (kata ganti ketiga laki-laki tunggal), sehingga hie menunjuk kepada Isa (tunggal), bukan kepada ahli kitab (jamak);

-qabla mautihie (sebelum kematiannya), hie sama seperti di atas, dhamir ghayb (kata ganti ketiga laki-laki tunggal), sehingga hie di sini juga menunjuk pepada Isa, bukan kepada ahli kitab;

-yakuwnu ‘alaihim syahiidan (akan menjadi saksi terhadap mereka), yakuwnu itu khabar (predikat) ditasrifkan dalam bentuk jamak ‘alaihim, him adalah dhamir ghayb jama’ (kata ganti ketiga jamak) sehingga him menunjuk kepada ahli kitab, bukan kepada Isa.

Pembuktian:

Ayat di atas (QS.4:159) BELUM terpenuhi oleh Nabi Isa as karena hingga Nabi Isa as “diangkat” ke langit (QS.4:158), orang-orang Yahudi masih berpesta-pora merayakan penyaliban orang yang mereka klaim sebagai Nabi Isa as. Ayat di atas juga TIDAK terpenuhi oleh Mirza Ghulam Ahmad, yang mensyaratkan bahwa tidak ada seorang pun dari Ahli Kitab (Yahudi dan Kristen), kecuali akan beriman kepadanya (Isa Almasih) sebelum kematiannya. Sebagaimana diketahui, hingga Mirza Ghulam Ahmad meninggal dunia, orang-orang Kristen tetap mencemoohnya sebagai Isa Almasih palsu. Ini adalah salah satu bukti kuat bahwa Mirza Ghulam Ahmad benar-benar bukan Isa Almasih karena tidak memenuhi syarat dalam QS.4:159 di atas, sekaligus membuktikan bahwa Mirza Ghulam Ahmad adalah seorang pembual dan pendistorsi ajaran Islam. Lebih jauh, Mirza Ghulam Ahmad tidak mampu menunjukkan satu mukjizat pun untuk membuktikan ke-almasih-annya, padahal yang namanya Isa Almasih sudah barang tentu memiliki banyak mukjizat untuk membuktikan kebenaran misi yang diembannya.